FILM TERBARU VINO DAN LAURA BASUKI

Kelebihan utama Madre dan Tampan Tailor adalah pekerjaan tokohnya menjadi dasar kisah. Kedua film itu adalah Madre dan Tampan Tailor. Kita mengenal Tansen dari narasi tentang dirinya sendiri — sebuah cara gampang untuk to tell dibanding to show. Semakin jelas bukti keseriusan Vino bila melihat karakter kedua tokoh yang diperankannya. Kemudian, entah kenapa, dia melakukan hal yang sama dengan caranya sendiri. Romantisme sebetulnya sudah dibantah oleh realisme yang berkembang pada paruh kedua abad ke

Semua itu masih dalam satu dasar karakter. Perbandingan sama juga berlaku untuk Tampan Tailor , yang melakukan romantisasi berlebih atas nasib Topan dan anaknya. Pak Hadi Didi Petet , yang bermain baik sesuai standar dirinya. Celakanya, sikap optimis Topan tadi tiba-tiba saja muncul dari tokoh Bintang, anaknya, tanpa sebab yang jelas. Ia adalah pemilik sebuah kios yang berulang kali menyelamatkan anak Topan dan akhirnya memberikan kartu nama saudaranya, seorang eksportir jas. Sikap berlebihan ini kelihatan juga dari sifat romantik ilustrasi musik yang menggunakan orkes penuh, hingga di sana-sini malah menenggelamkan gambar. Kisah Tansen tidak sesedih Topan, tapi sifat dasar melodrama tetap lekat pada filmnya. Yang lebih penting dalam kisah Topan bukanlah pekerjaannya tapi usaha kalang kabut untuk bebas dari himpitan kemiskinan.

Pak Hadi selalu mengingatkan siapa diri Tansen dan pembuatan roti. Dasar pemahamannya jelas, bahwa jenis pekerjaan mempengaruhi karakter seseorang.

Meli Ana (adisupomo73) on Pinterest

Tuesday, 02 April Yang lebih sukar adalah mengatasi kekurangan olah vokal yang membuat Dah maupun Topan kurang menyatu dengan gerak tubuhnya. Semua itu masih dalam satu dasar karakter.

Suatu kelindan yang rapi jalinannya. Namun, serius dan berhasil adalah dua hal berbeda. Hal ini tidak lepas dari pengaruh tradisi berkisah wayang, ketoprak, sandiwara tahun an dan an, juga tergaru sejak periode Cina Peranakan yang banyak difilmkanMira W, Marga T, hingga novel pop dan novel remaja sekarang.

Yang lebih penting dalam kisah Topan bukanlah pekerjaannya tapi usaha kalang kabut untuk bebas dari himpitan kemiskinan.

Silahkan masuk log atau mendaftar. Kerja baru basjki mana Topan merasa mendapatkan tempat ini, harus dia tinggalkan karena iri-dengki manajernya. Sebagai perbandingan, bisa dilihat bagaimana Ang Lee dengan detil menceritakan cara membuat bebek panggang yang benar dalam Eat Tergaru Man Womansebuah film yang memasalahkan konflik etnis dan seksual dalam keluarga Cina.

  HANAIKUSA WATCH ONLINE

Semakin jelas bukti keseriusan Vino bila melihat karakter kedua tokoh yang diperankannya. Kalau saja cara mengolah cerita digeser sedikit, maka seluruh bangunan kisah akan bernada lain.

Ada alasan sah untuk perubahan ini: Keberuntungan tidak serta merta datang. Topan ditangkap polisi dan kehilangan kontak dengan anak tercintanya, hingga harapan hidupnya pupus.

Menarik bahwa pada akhir Maret beredar dua film yang diperanutamai oleh salah satu dari sedikit aktor yang serius menekuni profesinya: Keseriusannya bisa dilihat dari film-film yang dia pilih untuk diperani. Dalam film ini, Vino filk mudah mengatur diri bsauki bebas lepas, sedih, gembira, jatuh cinta, marah dan lain-lain.

Namun demikian, berbeda dengan bentuk serupa yang dipakai film Indonesia tahun an dan an, dua film terakhir ini sudah lebih patuh pada aturan sebab-akibat. Bahkan ketiganya tampak berusaha memperluas repertoar cerita film Indonesia agar tidak itu-itu saja, meski belum mau lepas dari sifat melodrama dan romantisasi berlebihan —ciri sejak awal industri film di negeri ini.

Sikap berlebihan ini kelihatan juga dari sifat romantik ilustrasi musik yang menggunakan orkes penuh, hingga di sana-sini malah menenggelamkan gambar.

Kemudian, entah kenapa, dia melakukan hal yang sama dengan caranya sendiri. Seperti sudah disinggung sedikit di atas, Madre dan Tampan Tailor sama-sama mengambil bentuk melodrama, sebuah bentuk yang sangat populer di belahan dunia manapun, karena sifatnya yang menekankan sisi emosi sebagai sumber pengalaman estetik.

Romantisasi “Madre” dan “Tampan Tailor”

Salah satu hal yang paling menonjol dari melodrama adalah romantisasi berlebih, hingga kehilangan pijakan atas realitas. Perbandingan sama juga berlaku untuk Tampan Tailoryang melakukan romantisasi berlebih atas nasib Topan dan anaknya. Ia adalah pemilik sebuah kios yang berulang kali menyelamatkan anak Topan dan akhirnya memberikan kartu nama saudaranya, seorang eksportir jas.

Berlebih Seperti sudah disinggung sedikit di atas, Madre dan Tampan Tailor sama-sama mengambil bentuk melodrama, sebuah bentuk yang sangat populer di belahan dunia manapun, karena sifatnya yang menekankan sisi emosi sebagai sumber pengalaman estetik.

Laura Basuki | zerosumo

Kedua film itu adalah Madre dan Tampan Tailor. Hasilnya, kedua film jadi seperti olahan sinetron versi layar lebar. Nasib seolah menganaktirikan dan terus menguji Topan sebelum akhir yang bahagia. JB Kristanto bertempat tinggal di Jakarta.

  EPISODE SERVIETSKY FUNKYTOWN

Jejak vinno khas film kita pun terpelihara. Penerima Satyalencana Kebudayaan Tansen seorang pemuda pemuja kebebasan, sedang Topan adalah tukang jahit dan ayah satu anak yang berusaha bangkit dari kebangkrutan setelah ditinggal istrinya. Bioskop yang Belum Ramah bagi Semua Kaleidoskop Perbandingan yang mungkin tidak setara ini penting untuk memberi tekanan bahwa melodrama bisa jadi kendaraan untuk sesuatu yang serius, tanpa jatuh ke romantisasi berlebihan.

Sebelum menyinggung soal melodrama atau bisa juga disebut romantisasi jenis dan aliran kesenian ini sama-sama berkembang di paruh pertama abad kelebih dulu kita kembali pada Vino dalam dua film terakhirnya. Silahkan masuk log terlebih dahulu untuk memberi komentar. Tansen dalam Madre menunjukkan kaitan yang lebih jelas: Dari perbandingan ini, jelas bahwa faktor di luar diri Vino yang membuat dia lebih berhasil vinp Madre. Kita mengenal Tansen dari narasi tentang dirinya sendiri — sebuah cara gampang untuk to tell dibanding to show.

Upaya Vino mencapai pengucapan aksen ini patut dipuji meski kurang berhasil. Yang pertama pembuat roti, yang kedua tukang jahit. Sementara Topan sebagai tukang jahit baru sebatas keterangan saja. Romantisme sebetulnya sudah dibantah oleh realisme yang berkembang pada paruh kedua abad ke Semuanya gagal, sampai malaikat penolong berupa gadis ketus Prita Marsha Timothy datang.

Pak Hadi Didi Petetyang bermain baik sesuai standar dirinya.

Ia tiba-tiba mendapat warisan dari kakeknya: Sementara dalam Tampan Tailor, tidak jelas kenapa Topan harus menggadaikan mesin jahit yang jadi modal utamanya, hingga dia harus mencoba peruntungan menjadi calo, bahkan kemudian stunt-man dalam produksi film. Barangkali penjelasan ini dianggap tidak penting, karena bisa gino romantisme biang roti?